Agam, Sumatera Barat (CVTOGEL) — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam mengumumkan bahwa wilayahnya membutuhkan anggaran sekitar Rp741,54 miliar untuk memperbaiki berbagai fasilitas umum yang rusak akibat bencana hidrometeorologi yang melanda beberapa kawasan dalam beberapa pekan terakhir. Nilai tersebut merupakan hasil verifikasi sementara terhadap kerusakan infrastruktur dan sarana publik di sejumlah kecamatan terdampak.
Kerusakan yang terjadi meliputi jembatan, ruas jalan kabupaten, jaringan irigasi, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, serta rumah warga yang mengalami rusak berat maupun hilang tersapu banjir bandang dan longsor.
“Kebutuhan anggaran ini adalah estimasi awal berdasarkan peninjauan di lapangan. Jumlahnya bisa bertambah seiring proses pendataan yang masih berlanjut,” ujar Kepala BPBD Agam.
Infrastruktur Paling Banyak Terdampak
Laporan sementara menunjukkan bahwa kerusakan terbesar terjadi pada sektor infrastruktur dasar. Sejumlah jembatan penghubung antar-nagari putus, beberapa jalan tertimbun longsor, dan jalur distribusi logistik terhambat. Kerusakan ini membuat aktivitas warga di beberapa daerah terisolasi dan memerlukan penanganan darurat yang cepat.
Sementara itu, puluhan sekolah dan fasilitas kesehatan dilaporkan mengalami kerusakan ringan hingga berat, membuat layanan pendidikan dan kesehatan harus dipindahkan atau dihentikan sementara.
Pemerintah Daerah Ajukan Dukungan Pusat
Pemkab Agam telah menyiapkan laporan kebutuhan anggaran untuk diajukan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan pemerintah pusat, termasuk Kementerian PUPR serta BNPB. Mengingat tingginya nilai kerusakan, Pemkab menilai mustahil melakukan pemulihan secara mandiri menggunakan anggaran daerah.
“Kami berharap dukungan dari pemerintah pusat dapat membantu percepatan pemulihan. Infrastruktur yang rusak ini vital untuk mobilitas masyarakat,” kata Bupati Agam dalam pernyataan terpisah.
Proses Pemulihan Dilakukan Bertahap
Pemkab Agam telah memulai penanganan awal berupa:
-
pembersihan material longsor,
-
penataan jalur evakuasi,
-
pendirian posko kesehatan,
-
perbaikan darurat jalan dan jembatan kecil,
-
serta pemulihan akses listrik dan air bersih.
Meski demikian, pemulihan permanen diperkirakan membutuhkan waktu cukup panjang karena banyak bangunan dan infrastruktur memerlukan rekonstruksi total.
Dampak Sosial Ekonomi Masih Terasa
Ribuan warga masih terdampak secara langsung, terutama mereka yang kehilangan rumah dan mata pencaharian. Para penyintas kini mengungsi di posko atau hunian sementara sambil menunggu bantuan lanjutan.
Kerusakan fasilitas irigasi juga dikhawatirkan mengganggu musim tanam berikutnya, mengingat sebagian besar masyarakat Agam bergantung pada sektor pertanian.
Pemkab Komitmen Pulihkan Daerah Terdampak
Pemerintah daerah menegaskan akan terus memperbarui data kerusakan dan memastikan proses pemulihan berjalan tepat sasaran. Selain itu, Pemkab Agam juga mengimbau masyarakat tetap waspada karena potensi hujan lebat masih tinggi berdasarkan prakiraan BMKG.
“Kami mengutamakan keselamatan warga dan memastikan semua proses pendataan dan pemulihan dilakukan secepat mungkin,” tambah BPBD.