Jakarta Utara (initogel) — Pagi itu, suara air terdengar lebih berat dari biasanya di sekitar Pintu Air Pasar Ikan, Jakarta Utara. Arus yang mengalir deras menjadi penanda bahwa kawasan pesisir ibu kota kembali berada dalam fase waspada. Berdasarkan pemantauan terbaru, status Pintu Air Pasar Ikan ditetapkan Siaga 2, sebuah kondisi yang menuntut kesiapsiagaan ekstra dari warga dan pemerintah setempat.
Bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir dan bantaran sungai, angka “Siaga 2” bukan sekadar istilah teknis. Ia membawa ingatan akan genangan, perabot yang harus diangkat lebih tinggi, serta malam-malam berjaga sambil memantau air yang perlahan naik.
Air Naik, Aktivitas Warga Berubah
Di sekitar Pasar Ikan, Muara Baru, hingga Penjaringan, denyut kehidupan warga pagi itu terasa sedikit berbeda. Sejumlah pedagang membuka lapak lebih lambat, memastikan air tidak masuk ke area dagang. Di gang-gang sempit, beberapa warga terlihat mengganjal pintu dengan papan atau karung pasir sederhana.
“Kalau sudah siaga begini, kami biasanya langsung siap-siap,” ujar Slamet (47), warga Penjaringan yang rumahnya hanya beberapa meter dari aliran sungai. “Bukan panik, tapi lebih ke berjaga. Pengalaman mengajarkan, air bisa naik cepat.”
Kesiapsiagaan itu juga tampak dari para nelayan kecil yang memilih menunda berangkat melaut, menunggu kondisi air dan cuaca lebih stabil.
Makna Siaga 2 bagi Wilayah Pesisir
Status Siaga 2 menandakan tinggi muka air berada di atas batas normal, namun belum mencapai kondisi kritis. Meski demikian, potensi banjir rob dan limpasan air sungai tetap menjadi ancaman, terutama jika bersamaan dengan hujan di wilayah hulu dan pasang air laut.
Di kawasan Pasar Ikan, faktor rob kerap memperparah kondisi. Ketika air laut pasang bertemu dengan debit sungai yang meningkat, genangan bisa terjadi lebih cepat dan meluas.
“Wilayah ini memang sensitif,” kata seorang petugas lapangan pengendali pintu air. “Karena itu, pemantauan dilakukan 24 jam. Begitu ada perubahan signifikan, laporan langsung diteruskan.”
Langkah Antisipasi dan Imbauan
Pemerintah daerah bersama instansi terkait telah meningkatkan pemantauan di pintu air dan kawasan rawan. Pompa air disiagakan, sementara petugas kelurahan rutin berkeliling untuk memastikan saluran air tidak tersumbat.
Warga diimbau untuk:
-
Meninggikan barang berharga dan peralatan listrik
-
Memastikan saluran air di sekitar rumah tidak tersumbat
-
Mengikuti informasi resmi terkait status pintu air
-
Bersiap melakukan evakuasi mandiri jika kondisi memburuk
Di tingkat komunitas, semangat gotong royong kembali terasa. Beberapa RT mengaktifkan grup komunikasi warga untuk saling berbagi informasi ketinggian air dan kondisi lingkungan sekitar.
Harapan di Tengah Kewaspadaan
Meski berada dalam status siaga, warga berharap kondisi tetap terkendali. Banyak yang percaya bahwa kesiapan dan koordinasi yang lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya dapat meminimalkan dampak.
“Kami sudah lebih siap sekarang,” ujar Ibu Nur (52) sambil menyusun barang di rak tinggi. “Semoga air tidak sampai masuk rumah. Tapi kalau pun iya, setidaknya kami tidak kaget.”
Status Siaga 2 Pintu Air Pasar Ikan menjadi pengingat bahwa hidup di wilayah pesisir Jakarta menuntut kewaspadaan berkelanjutan. Di tengah ancaman air yang naik, yang tetap mengalir adalah solidaritas warga—saling menjaga, saling mengingatkan, dan berharap kondisi segera kembali normal.